Wednesday, February 01, 2012

February Contrary

It's February, finally.
Alhamdulillah.

And who would have thought that these two newlyweds are exactly a month old together today.
Barak Allahu Lakuma ya Sari Nashikim Radin Iskandar & Helmy Firdaus.


To be given the chance to be a part of your big day is like a surprise to our little circle of friends -- I'm beyond honored, just so you know. *bow*

I'm still bewildered by the fact that we started off as merely strangers during Wani Ardy's first Hari Bintang Jatuh back in 2008...



... but we get along well (alhamdulillah) with everything in between, the adhoc sleepovers, the late night drives from Shah Alam to Subang in our pyjamas, the little adventures we then single ladies have, the pillow talks, the everything -- we were living the life, even you & Wani were already attached at the moment.

 (We do have a lot of pictures of us three, but this is the recent one, taken last 2010 -- just look how we blossomed well, sayangs!)

And not to forget (ever!) how Askar & Persetankan had kept us together over the years, even when we knew not all the time we could make it, but we were there, we were just there for each other. Subhanallah.



And with that, my dears;
Please don't ever say we have forgotten about you just because we never asked.
Okay?
:')



(Like I never said  how I adore you both as often as I should.)

Friday, January 27, 2012

Uwan Sayang


"Hah, gambar masuk lubuk?"

"Facebook-lah, Wan!"

=D

Wednesday, January 18, 2012

Naja / Saya


Saya selalu percaya, Naja adalah adik kembar saya.
Sudahlah nama Ayah kami hampir serupa.
Cuma ya, Naja lagi cantik, lagi bahagia.
Tapi Naja enggan terima-percaya. 
Malah dikatanya saya tersangatlah mengada.


Selamat Bertunang Ikmal & Naja
7 Januari 2012
Pandan Jaya

Tuesday, January 10, 2012

BOCO'11 : Kethurusan Berayan

I'm writing this down, with hope the feeling won't go away, as I fear it to be when I finally click the "Publish Post" button.

But if I were to look back at what I did last 24th December 2011, I would be glad for putting it in my own words on how BOCO went by -- gosh, I'm smiling at the moment thinking of the happy day, of how things have changed since, how the little family of Askar expanded and how everyone was into it despite the daily commitments that they have -- just to make BOCO a success.

*pause*

Praises to the Al-Mighty.

BOCO (pronounced as Bo-cho quickly) is a Javanese word for the word Baca (read). Instead of using the infamous term Hari Bintang Jatuh that Wani Ardy came up for the last 3 years, we were ready to embrace BOCO as it is. Asalkan we were there together, any term is just a term.

BOCO saw the launching of Wani Ardy's first book entitled Langit Vanilla alongside Buku Fixi's Tabu & Kelabu and Telegram by Mosyuki Borhan -- it was truly a proud moment for all of us who knew Wani Ardy -- well, I was, even when I don't show it just that often as I should be.

*pause*

The day started as early as nine in the morning, where most of us only had a few winks prior to the preparations, but there we were, all happy and anxious altogether for the day that we've been waiting all this while.

The rain came pouring down but that did not dampen our spirit a bit. In fact, it saw some of our friends braving the rain with their motorcycles just to be there, vendors helping each other covering their little corners from the rain -- there was not a fuss of the sudden rain. I even overheard two guys talking; "Elok hujan ni, belum tahu rahmat Tuhan beri macammana lepas ni." I smiled to myself, thinking I'm so lucky to be surrounded by these grateful people.

The rain finally stopped. The crowd began filling inside Gravy Baby, all ready for BOCO to kickoff by Wani Ardy herself. And the day went by unnoticed, all I remembered was humble smiles, tight hugs and friendly laughters. Friends came from afar, as far as Perak, to support this humble event -- rushing between year end weddings, midterm examinations and the working Saturdays.

*pause*

Here's a glimpse of the memorial day -- where I could still feel the hugs, hear the laughters and the sing-along's and the exhausted yet accomplished faces of everyone by the end of the day.


To those who came and supported us before, during and after BOCO, on behalf of Wani Ardy and friends, I thank you from the depth of this humble heart.
Thank you.
Terima kasih.
Jazakumullahu khairan kathira.




We definitely won't be calling it an end, oh not yet, not for now --
So, see you around in the next BOCO, perhaps?

InsyaAllah.


Photos credits to Omar & Jay Farhana
<3 <3 <3

Monday, January 09, 2012

(Venus yang) Terukir Di Bintang



Entah kenapa tatkala mendengarkan Yuna mempersembahkan lagu ini pertama kalinya di Showcase Terukir Di Bintang Sabtu malam lalu, terus-terus saja diri ini teringatkan puisi Venus milik Mosyuki Borhan.


This is Phynaz's, mine is in TujuhSepuluh, in Isaac and everywhere I go now.

"Sayangku jangan kau persoalkan siapa di hatiku..."

Wednesday, January 04, 2012

Selagi Masih Ada

Tahun baru?

Pesan Ayah Ummi untuk senantiasa bersyukur diberi nafas di tiap hari baru -- itu yang paling, paling, paling perlu.

Dan selagi diri ini masih ada,
Selagi kudrat diberi upaya,
Selagi Tuhan mahu ku ada lama,



Ingin saja ku peluk kongsi luka,
Mahu saja ku peluk rasa sama suka,
Buat kesayangan-kesayanganku andai bisa.


InsyaAllah.

Thursday, December 29, 2011

Langit Vanilla : Bila Kau Tidak Memandang


Kawan,
ketahuilah sesudah jiwa aku remuk dipandu kasih yang terkandas,
sesudah tubuh sayur aku kau peluk dan tangan ais aku kau pegang,
sesudah kau menyuntik bahasa atau bisu untuk aku tenang-
bila kau tidak memandang,
aku dalam rahsia merenungmu.
Berdoa agar Tuhan lindungimu;
temukan kau dengan seseorang.

Kawan,
ketahuilah sesudah aku bangkit dan hati aku diculik,
sesudah aku terapung ke langit dan kau turut menyanyi (namun memerhati),
sesudah telinga kau meresap cerita aku saban hari-
bila kau tidak memandang,
aku dalam rahsia merenungmu.
Berdoa agar Tuhan lindungimu;
temukan kau dengan seseorang,
bahagiakan kau dengan seseorang.

Kawan,
ketahuilah sesudah jari aku diikat selingkar janji
oleh wanita yang melahir bayi tercatit aku sebagai isteri,
sesudah kau hadir meneman dan menyaksi-
bila kau tidak memandang,
aku dalam rahsia merenungmu.
Berdoa agar Tuhan lindungimu;
temukan kau dengan seseorang,
bahagiakan kau dengan seseorang.

Jika tidak,
Tuhan-
kapaskanlah bebanmu,
besikanlah sabarmu.

Kawan,
ketahuilah sesudah sepasang bibir melafaz nama aku di depan Ayah,
dan ke dahi aku bibir itu halal menyinggah,
sementara kau bergenang gembira di belakang-
bila kau tidak memandang,
aku dalam rahsia merenungmu.
Berdoa agar Tuhan lindungimu;
temukan kau dengan seseorang,
bahagiakan kau dengan seseorang.

Jika tidak,
Tuhan-
kapaskanlah bebanmu,
besikanlah sabarmu.

Kemudian-
temukan kau dengan seseorang,
bahagiakan kau dengan seseorang,
kekalkan kau dengan seseorang.

Kawan,
ketahuilah biar kita memudar dan menua,
biar berrenggang timur, barat, utara dan selatan,
biar bayu Tuhan meniup kapal hidup kita entah ke mana-
bila kau tidak memandang,
aku dalam rahsia merenungmu.
Berdoa agar Tuhan menjagamu lebih dari Dia menjagaku
dan meminjamkanmu lebih dari yang dipinjamkan padaku,
kerana sesungguhnya di mata aku
kau selengkap-lengkap manusia,
kau selayak-layak pencinta,
kau sebaik-baik kawan,
kau seindah-indah perempuan.

Wani Ardy
6.25am
Parramatta





NOTALONG: 
Bagi sesiapa yang belum dan ingin mendapatkan senaskah Langit Vanilla, klik SINI. Bagi sesiapa yang sudah memiliki Langit Vanilla dan terbaca mukasurat 131 ini, tolong jangan bayangkan Along yang sedang berair mata sememeh dipuisikan sebegitu.

Tolong jangan.

*PelukketatketatciumduapipilapairmatasamaWaniArdykesayangan*